Bagaimana Kita Harusnya Berdoa

berdo'a

Di suatu perlombaan balap mobil mainan, ada seorang anak yang memiliki sebuah mobil mainan yang sangat jelek dan hanya terbuat dari kayu. Tentunya anak itu adalah salah satu dari peserta lomba, dan yang menarik pada hari itu perlombaan sudah memasuki partai final. Anak itu adalah salah satu dari 5 peserta yang telah masuk final.

Peserta lainnya memiliki mobil balap yang sangat bagus jauh lebih bagus dari mobil balap milik anak itu. Tetapi anak itu tak merasa malu atau gentar sedikitpun. Banyak orang apalagi lawan-lawannya meremehkan kemampuan mobil balap milik anak itu.

Lomba akan dimulai, semua mobil balap sudah berjajar di garis start. Pistol telah mengarah ke angkasa. Tinggal

menarik pelatuk lalu mulialah lomba balap yang menegangkan.

Tetapi sebelum peluru ditembakkan, sang anak dengan sungguh-sungguh menundukkan kepalanya dan menengadahkan tangannya sambil berkomat-kamit. Dia nampak sedang berdoa dengan sangat khusuk kepada Tuhan. Setelah beberapa saat, anak itu siap untuk memulai balapan.

DOOOR!!

Bunyi pistol meneriaki angkasa, bersama itu ke 5 mobil balap melaju menggempur garis finis yang menunggu. Masing-masing melewati track yang disekat. Penonton pun bersorak, begitu pula anak-anak peserta balap! Suasana

sangat hiruk saat itu!

Dan pada akhir laga, keluarlah sang juara. Yaitu mobil balap yang terbuat dari kayu yang penampakannya sangat jelek.

Ya itulah mobil balap sang anak.

Ketika penyerahan medali, sang anak ditanya oleh Penyelenggara, “Apakah kamu sebelum tanding tadi sedang berdoa?” Anak itu menjawab “Iya”. “Apa yang kamu minta pada Tuhan? Apakah kamu minta agar mobilmu dapat

menjadi juara di lomba ini?” Tanya sang penyelenggara lagi sambil tertawa.

Lalu anak itu menjawab “Tidak, Aku berdoa…. Agar aku tidak menangis jika mobilku nanti kalah!”. Sejenak semua manusia yang ada di sana terdiam dan lalu memberi tepuk tangan yang sangat meriah….

Dari anak kecil ini kita dapat belajar bahwa kita selayaknya memohon pada Tuhan agar diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan hidup, Janganlah hanya menuntut hasil saja. Ketika kita ingin jadi seorang yang berani maka Tuhan akan memberikan kita hal yang menakutkan, ketika kita ingin menjadi kuat, maka Tuhan akan memberika tempaan yang berat, dan ketika kita ingin menjadi hebat maka Tuhan akan memberikan kita cobaan yang dahsyat. Mohonlah agar kita mampu mengatasi ketakutan, tempaan dan cobaan tersebut supaya kita diberi kekuatan dan ketabahan.

Karena dengan begitu kita akan bertransformasi menjadi probadi yang lebih kuat dari sebelumnya. “Masalah bukanlah masalah, masalah sebenarnya adalah bagaimana cara kita menghadapi masalah itu”.

Baca juga artikel lain:  Pengobatan Penyakit Jantung

< Previous Article
Impian Kita

6 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. mochamad ridwan 28/08/2010 at 15:01 -

    Berdo’a… betul mas, manusia tanpa berdoa, itu sombong/takabur, jangan hanya berdo’a dikala susah saja…..dimasa jaya/ada juga wajib kita berdo’a.

  2. Andi Witendrie 05/12/2010 at 20:18 -

    Ceritanya sangat berkesan, mas…bisa saya jadikan bahan untuk mengingatkan anak-anak saya.

  3. Rahasia Alam 06/12/2010 at 15:09 -

    Anak kecil itu mmberikan pelajaran yg sangat berharga bagi kita semua karena dgn ketulusan hatinya dia berdo,a dan atas keyakinannya pula bahwa Allah mendengar apa yg dia doakan, karena didalam berdo,a hendaknya kita menghadirkan hati kita dan meyakini bahwa Allah itu As Sami’ Dzat yg Maha Mendengar dan Al Mujib Dzat Yg maha Mengabulkan do’a2 yg bersifat ketaqwaan bukan do’a yg bersifat kefasikan atau memperturutkan hawa nafsu.

  4. akun 07/12/2010 at 11:54 -

    y betul kita harus berdoa sebelum mengerjakan sesuatu hal agar apa yang kita lakukan bermanfaat.

  5. wey 03/01/2011 at 16:21 -

    ceritanya sederhana, tp hikmahnya luar biasa… terima kasih mas.

  6. alfons 30/05/2011 at 20:49 -

    wah…mantap abizz, memang begitu seharusnya kita…memang susah tuk pelaksanaannya tp klo kt berusaha pasti mampu

Leave A Response