Articles Comments

Yustian Online » Featured, Hewan Peliharaan » Cara Merawat Anak Kucing

Cara Merawat Anak Kucing

anak kucing

Kebetulan saya lagi nemu anak kucing tanpa induk di dekat kantor. Kata saksi mata (teman saya) ke-enam (ya, ada enam ekor) anak kucing itu baru saja dibuang oleh pemiliknya. Dimasukin karung beras, trus di taruh begitu saja di pinggir jalan. Tega banget sih tuh orang!!!

Saya yang sedang asik ngobrol tiba-tiba mendengar anak-anak kucing itu teriak-teriak sambil berhamburan ke jalan. Kalau manusia mungkin menangis ya 🙂 Untung saja tidak ada mobil yang melintas waktu itu.

Saya pun langsung berlari mungutin itu kucings. Jumlahnya ada 6. Yang 4 warnanya hitam yang dua warnanya coklat. Kira-kira umurnya baru satu mingguan lah. Sebagai pecinta kucing sejati (cie ileh), hati saya langsung tergerak untuk merawatnya. Sore itu pun saya langsung bergegas nyari dot untuk kucing, eh nemunya dot buat bayi.

Dari pengalaman, anak kucing itu sangat rentan. Apalagi masalah makanan. Kalau tidak cocok, si manis bisa sakit dan mati. Jadi saya cari susu khusus untuk bayi yang mengandung kolesterum. Karena kolesterum itu merupakan zat antibodi yang juga terkandung dalam susu induk kucing. Tapi sialnya… Sudah keliling-keliling toko, apotik dan mini market, nggak nemu juga susu yang mengandung kolesterum. Pet shop pun lagi kehabisan stock.

Setelah melewati berbagai pertimbangan, akhirnya saya belikan susu SGM untuk bayi 0-6 bulan. Dan ternyata beberapa kawan memang menyarankan itu. Alhamdulillah…! Menyiapkan tempat yang hangat adalah langkah selanjtnya. Saya pakai kain hangat dimasukkan kardus yang sudah dilubangi kecil-kecil (untuk sirkulasi udara) sebagai tempat si manis tidur. Al hasil saat saya menulis artikel ini, mereka lagi tidur pulas tuh,hehe

Masalah yang belum saya pecahkan yaitu jenis makanan apa yang harus diberikan untuk anak kucing seumuran mereka. Karena saya masih ada stock Recovery (Merk dari Royal Cannin) yang notabene khusus untuk kucing sakit, jadi aku kasih aja itu. Mungkin karena aromanya yang kuat trus teksturnya yang lembut dan cair, mereka jadi suka dan makan dengan lahapnya. Mudah-mudahan tidak berpengaruh buruk ke pencernaannya ya…

Pastinya mulai besok saya akan disibukkan dengan ke-enam anak kucing yang imut-imut itu. Capek sih, tapi senang rasanya. kalau ada masukan silahkan lewat koment ya. Terima kasih teman-teman 🙂

Baca juga tentang Kutu Kucing!

Written by

"Saat mata kita menatap masa depan, maka tak akan terasa lagi sakit atau perihnya masa lalu. Begitulah sebaliknya, saat kita meratapi dan menangisi masa lalu yang buruk, akan begitu berat untuk kita menggapai masa depan yang lebih baik"

Filed under: Featured, Hewan Peliharaan · Tags: , , , , , ,

202 Responses to "Cara Merawat Anak Kucing"

  1. didin says:

    Kadar nutrisi dan khasiat susu kambing amatlah istimewa. Komposisi gizinya baik yang berupa protein, energi, maupun lemak, mendekati komposisi ASI. Susu kambing mengandung 3 s/d. 4 % Protein, 4 s/d 7 % Lemak, 4,5 % Karbohidrat, 134 gram Kalsium, dan 111 gram Forfor (dalam setiap 100 ml susu kambing).

    Molekul lemak susu kambing pun jauh lebih kecil dan homogen, sehingga lebih mudah dicerna tanpa menimbulkan diare. Jadi, susu ini bebas lactose intolarence (kepekaan terhadap laktosa penyebab diare bagi yang tidak biasa minum susu). Karenanya, susu kambing cukup potensial bagi perbaikan nutrisi.

    Menurut para ahli juga menyatakan bahwa butiran lemak yang terdapat pada susu kambing berukuran antara 1-10 milimikron (ini sama dengan susu sapi), namun yang membedakan adalah jumlah butiran lemak yang terdapat pada susu kambing lebih memiliki ukuraran berdiameter kecil dan bersifat homogen. Inilah mengapa susu kambing sangat direkomendasikan dan sangat mudah dicerna dan lebih aman bagi pencernaan

  2. aduhhh anak kucingnya lucu-lucu banget pengen ngurus dechh untung ada caranya untuk merawat anak kucing yg tidak ada induknya gini hehehehe
    sarannya jaga anak kucing itu jangan sampai mati yaa hehehehe!!!!

Leave a Reply

*