Cinta Haruslah Menggetarkan Hati

Pagi ini ku mulai terlalu dini. Memaksaku mengungkap isi hati. Yang tersadur dalam paragraf sederhana di blog ini. Lalu jemariku pun menari di atas keybord memadukan huruf-huruf melankolik.

Sebuah perjalanan panjang nan melelahkan yang pernah kulalui. Yang menguras segenap energi dan logikaku. Membawaku pada sebuah elegi. Yang menyimpulkan “Cinta Harusah Menggetarkan Hati”

Mencintai dan dicintai adalah keselarasan. Tak semua orang dapat memahaminya. Hanya pecinta sejatilah yang akan memberi tanpa harus meminta. Karena cinta datang dari lubuk hati terdalam.

Mendengar, mengingat, merindu, memeluk dan mencium. Hanyalah sebuah tingkah ungkapan dari perasaan yang tak terjamah oleh kata atau apa pun. Namun semua sungguh salah saat itu tidak menggetarkan hati.

Cinta itu tak bisa dilihat tapi bisa dirasakan. Cinta itu tak pernah salah karena dia buta. Ia akan hadir dan singgah dimana saja, dan ketika menemukan kenyamanan, ia akan berdomisili di sana selamanya. (Karin’s Quote)

Sungguh sia-sia yang menyakitkan bila cinta tak mampu menggetarkan hati. Janganlah mencinta bila begitu. Rasa itu memang rumit dan membingungkan. Membuat kita terperangkap dan terperangkap lagi.

Cinta itu akan selalu setia meskipun dia jauh. Cinta itu selalu membangkitkan saat dia mulai layu. Cinta itu akan selalu tersenyum walaupun dia bersanding dengan yang lain. Cinta itu haruslah menggetarkan hati. (yustian)

Kata Kunci Artikel:

Leave A Response