Singapura Kota Pejalan Kaki

Sudah lama pula ya nggak nambah posting di sini. Mau bilang sibuk, ya nggak sibuk-sibuk amat, masih lebih sibuk Pak Presiden sepertinya. Ane mau share pengalaman ane plesir aja lah ya. Sebenarnya udah lama sih, setahun lalu kejadiannya. Liburan akhir tahun yang menegangkan sekaligus menyenangkan. Liburan ke Singapura dengan tanpa ijin dari Kantor tempat ane kerja waktu itu, hahaha. Lantaran ane sekarang udah resign bukan gegara acara liburan itu lho sob!

Baiklah, mungkin harus ane skip aja ya kronologis bagaimana berangkat dengan menegangkan karena harus main petak umpet sama atasan (dasar karyawan ndablek). Hari jumat jam 9 pesawat ane (maksudnya pesawat yang ane tumpangin, bukan punya ane) berangkat dari Juanda International Airport, dan jam 10 sudah sampai di Changi Airport Singapore. Tahu apa yang pertama kali muncul di pikiran ane ketika di negeri orang? Cari sinyal!! Hahaha…

universal studioProses masuk negara singapura terbilang ketat sodara, ane ber 7 harus ngisi formulir kedatangan, yang isinya berasal darimana, nanti mau berapa hari di singapore, trus nginepnya di mana. Trus, penjaga loket masuk nya orang berdarah India, wajahnya sangar kayak tuan takur gitu, nggak ada senyumnya sama sekali.

Setelah berjalan lumayan jauh, ambil koper, di depan sono udah ada guide yang nunggu, trus kita semua masuk ke minibus, nah di dalam ngobrol-ngobrol biar akrab lah gitu. Sepanjang jalan singapore yang saya kagum pertama kali disana nggak ada kendaraan dengan asap kendaraan, trus jumlah sepeda motor bisa dihitung pake jari. Sepanjang jalan nggak nampak ada polisi, papan rambu-rambu lalulintas terawat dan rapat, haha

Nggak tahu keceplosan atau sengaja, si guide ane ini bilang, dulu kawasan Airport ini adalah laut, tapi kita urug menggunakan tanah ambil dari sumatra. Ane agak sinis sih dengernya, tapi pengurugan tidak akan terjadi jika tidak ada kesempatan kaaan. Sudahlah…

Kita sampai di hotel, di daerah deketnya litle india. Setelah ceck in, kita jalan-jalan kliling kota, dan yang menarik di sini… trotoar benar-benar berfungsi untuk jalan kaki, nggaka ada pedagang kaki lima. Orang-orang di singapura jalan kakinya sangat cepat. Pernah suatu ketika ane di Mall of Singapore, itu kan ada eskalator datar, kalau di Indonesia orang naik eskalator kan diem, tapi di sana semua jalan. “Excuse Me! Excuse Me!” Ane disuruh minggi kalau naik eskalator diem, haha

jalan-jalan-singaporeBegitu juga ketika keluar dari MRT, kayak semut berhamburan keluar dari sarang gitu. Mereka berjalan sangat cepat. Mau nggak mau hal itu menjadi kebiasaan buat ane ketika di sana. Budaya berjalan cepat merupakan kebiasaan yang memang menunjukkan penghargaan terhadap waktu. Berjalan cepat juga ternyata membuat siklus perputaran ekonomi di singapure termasuk yang terbaik di Asia Tenggara (cieee sok jadi ahli ekonomi).

Sebenarnya masih banyak lagi yang ane mau ceritain selama di sana. Tentang destinasi wisata, belanja dan kehidupan malam nya. Tapi ntar aja dah ane buat postingan sendiri aja ya…

Kata Kunci Artikel:

< Previous Article

Leave A Response